1. Dampak pada pelumas
1. Pelumasan berlebihan:
Memperpendek siklus pelumasan dapat menyebabkan pelumasan berlebih. Terlalu banyak pelumas akan menimbulkan hambatan tambahan selama pengoperasian peralatan dan meningkatkan konsumsi energi. Misalnya, dalam sistem transmisi, terlalu banyak pelumas dapat membentuk lumpur, menghambat pengoperasian normal komponen, dan mengurangi efisiensi transmisi.
Pelumasan yang berlebihan juga dapat menyebabkan kebocoran pelumas. Kebocoran pelumas tidak hanya menyebabkan pemborosan, tetapi juga mencemari lingkungan kerja dan bahkan dapat menyebabkan kecelakaan keselamatan seperti terpeleset. Misalnya, pelumas yang bocor dari bagian penyegelan Plate Compactor dapat menetes ke tanah, membuat tanah menjadi licin dan meningkatkan risiko terpelesetnya operator.
2. Penurunan kinerja pelumas:
Penggantian pelumas yang terlalu sering dapat menyebabkan pencampuran yang tidak memadai antara pelumas yang baru ditambahkan dengan oli lama, sehingga memengaruhi kinerja pelumas. Misalnya, pencampuran pelumas dari berbagai merek atau model dapat menyebabkan reaksi kimia, sehingga mengurangi efek pelumasan dan stabilitas pelumas.
Selain itu, penggantian pelumas yang terlalu sering juga dapat menimbulkan kotoran. Jika pengoperasian yang tidak tepat dilakukan selama proses penggantian, seperti menggunakan peralatan atau wadah yang tidak bersih, kotoran dapat masuk ke dalam oli pelumas, sehingga mempercepat keausan komponen peralatan.
2. Dampak pada komponen peralatan
1. Kerusakan pada segel:
Pelumasan yang berlebihan dapat memberikan tekanan pada segel peralatan, yang menyebabkan segel berubah bentuk atau rusak. Kerusakan pada segel akan menyebabkan oli pelumas bocor, dan juga akan memungkinkan kotoran seperti debu dan uap air masuk ke bagian dalam peralatan, yang mempercepat keausan komponen.
2. Meningkatnya keausan komponen:
Pemendekan siklus pelumasan yang tidak wajar dapat menyebabkan peralatan dilumasi sebelum dapat beroperasi penuh, yang dapat merusak lapisan minyak pelumas pada permukaan komponen, sehingga menimbulkan kontak langsung dengan logam, yang selanjutnya memperparah keausan komponen.
3. Pembuangan panas yang buruk:
Oli pelumas yang berlebihan dapat membentuk lapisan oli yang terlalu tebal pada permukaan komponen peralatan, yang memengaruhi pembuangan panas. Untuk beberapa komponen yang perlu mengandalkan pendinginan udara, seperti rumah mesin, motor, dll., pembuangan panas yang buruk dapat menyebabkan suhu naik, yang memengaruhi kinerja dan masa pakai peralatan.
Kerusakan apa yang akan terjadi pada Plate Compactor akibat pemendekan siklus pelumasan?
Oct 04, 2024






